top of page

Penyebab Varises Saat Hamil dan Cara Mengurangi Risikonya

Gambar penulis: IndonesiaVeinCenter
IndonesiaVeinCenter
49false34 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)
4 menit membaca

Kehamilan membawa berbagai perubahan pada tubuh perempuan, termasuk perubahan pada sistem peredaran darah. Salah satu kondisi yang dapat muncul selama kehamilan adalah varises, yaitu pembuluh darah vena yang melebar dan tampak menonjol di bawah permukaan kulit. Kondisi ini paling sering ditemukan pada kaki dan betis, dengan warna kebiruan atau keunguan.

Varises saat hamil dapat menimbulkan keluhan seperti kaki terasa berat, pegal, nyeri, hingga pembengkakan. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormon, peningkatan volume darah, dan tekanan rahim yang semakin membesar selama kehamilan. Meskipun varises cukup umum dialami ibu hamil, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko dan meredakan ketidaknyamanan. Memahami penyebab, gejala, serta pilihan penanganannya dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah selama kehamilan.

Apa Penyebab Munculnya Varises Saat Hamil?

Varises saat hamil dapat terjadi akibat kombinasi perubahan hormon, peningkatan volume darah, dan tekanan pada pembuluh darah selama kehamilan. Berikut beberapa faktor yang berperan.

Perubahan Hormon

Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan kadar hormon, termasuk progesteron. Hormon ini membantu mempersiapkan tubuh untuk mendukung perkembangan janin, tetapi juga dapat menyebabkan dinding otot pembuluh darah menjadi lebih rileks. Kondisi ini semakin menyulitkan pembuluh darah vena dalam mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah kembali menuju jantung.

Peningkatan Volume Darah

Volume darah dalam tubuh meningkat selama kehamilan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Peningkatan ini membuat sistem peredaran darah bekerja lebih keras, termasuk pembuluh darah vena yang bertugas mengalirkan darah dari kaki kembali ke jantung. Jika tekanan pada vena meningkat, pembuluh darah dapat melebar dan memicu terbentuknya varises.

Peningkatan Tekanan Pada Rahim

Bertambahnya berat rahim seiring dengan pertumbuhan janin juga memberikan tekanan pada pembuluh darah vena panggul dan vena kava inferior yang berfungsi menerima darah dari tungkai serta sebagian besar organ panggul dan rongga perut untuk dialirkan kembali menuju jantung. Tekanan tersebut menyebabkan peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah vena di tungkai sehingga turut mempengaruhi perkembangan varises. Seiring pertumbuhan janin dan pembesaran rahim, pembuluh darah vena dapat terlihat semakin menonjol.

Peningkatan Berat Badan Berlebihan

Peningkatan berat badan berlebihan selama kehamilan dapat menambah beban pada sistem vena dan memperberat hambatan aliran darah dari tungkai menuju jantung. Apabila tekanan di dalam pembuluh darah vena meningkat, darah dapat lebih mudah terkumpul di tungkai dan menyebabkan pelebaran vena yang berkontribusi terhadap terbentuknya varises.

Faktor Keturunan dan Riwayat Kehamilan

Ibu hamil yang memiliki riwayat keluarga dengan varises berpotensi lebih tinggi mengalami kondisi serupa. Risiko juga dapat meningkat pada kehamilan berikutnya karena pembuluh darah telah mengalami perubahan akibat kehamilan sebelumnya.Ā 

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Varises Saat Hamil?

Meskipun varises tidak selalu dapat dicegah selama kehamilan, beberapa kebiasaan dapat membantu melancarkan aliran darah, mengurangi tekanan pada pembuluh darah kaki, dan meredakan keluhan yang muncul.

Rutin Melakukan Aktivitas Fisik Ringan

Aktivitas fisik, seperti berjalan kaki dapat membantu melancarkan peredaran darah. Gerakan otot betis berperan sebagai pompa alami yang membantu mengalirkan darah kembali menuju jantung. Pilihlah aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi kehamilan dan rekomendasi dokter. Hindari memaksakan diri apabila muncul nyeri atau ketidaknyamanan saat berolahraga.

Hindari Duduk atau Berdiri Terlalu Lama

Duduk atau berdiri dalam posisi yang sama selama berjam-jam dapat membuat darah lebih mudah terkumpul di pembuluh darah kaki. Oleh karena itu, usahakan untuk mengubah posisi secara berkala dan berjalan ringan apabila memungkinkan. Jika pekerjaan mengharuskan ibu hamil duduk dalam waktu lama, lakukan gerakan pergelangan kaki secara perlahan untuk membantu menjaga sirkulasi darah.

Posisi Saat Beristirahat

Meninggikan posisi kaki ketika duduk atau berbaring dapat membantu mengurangi penumpukan darah dan pembengkakan pada kaki. Gunakan bantal sebagai penyangga agar posisi kaki terasa nyaman. Selain itu, posisi miring ke kiri juga dapat dilakukan terutama pada tahap kehamilan ketika rahim semakin membesar. Posisi ini dapat membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah besar yang membawa darah dari tubuh bagian bawah menuju jantung.

Gunakan Stocking Kompresi

Stocking kompresi dapat memberikan tekanan pada kaki untuk membantu aliran darah kembali menuju jantung. Penggunaannya dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman akibat varises. Namun, pemilihan jenis dan tingkat kompresi sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokterĀ  agar sesuai dan aman untuk kondisi ibu hamil.

Jaga Berat Badan Selama Kehamilan

Pertambahan berat badan merupakan bagian normal dari kehamilan. Namun, kenaikan berat badan yang sesuai rekomendasi dokter dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada pembuluh darah. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengikuti panduan kenaikan berat badan berdasarkan kondisi kehamilan masing-masing.Ā 

Apakah Varises Saat Hamil Bisa Hilang Setelah Melahirkan?

Pada sebagian perempuan, pembuluh darah vena yang melebar selama kehamilan dapat mengecil dalam beberapa bulan setelah persalinan. Namun, varises tidak dapat menghilang sepenuhnya. Apabila varises tidak menunjukkan perbaikan dalam kurun waktu 6–12 bulan setelah persalinan, kondisi tersebut berpotensi menetap dan berkembang lebih lanjut. Oleh karena itu, apabila varises tetap terlihat atau menimbulkan keluhan setelah persalinan, sebaiknya lakukan pemeriksaan kepada dokter spesialis bedah vaskular untuk mengevaluasi kondisi pembuluh darah vena dan menentukan penanganan yang sesuai.

Apakah Boleh Dilakukan Tindakan Saat Kehamilan?

Selama kehamilan, prioritas utama adalah menjaga keselamatan ibu dan janin. Oleh karena itu, penanganan varises melalui tindakan medis umumnya tidak dianjurkan pada perempuan yang sedang hamil. Tindakan untuk mengatasi varises biasanya ditunda hingga setelah persalinan. Selama masa kehamilan, penanganan lebih difokuskan pada upaya mengurangi keluhan sesuai dengan rekomendasi dokter. Setelah persalinan, kondisi pembuluh darah vena dapat dievaluasi kembali oleh dokter spesialis bedah vaskular untuk menentukan apakah tindakan medis diperlukan dan metode penanganan yang paling sesuai.

Kapan Perlu Memeriksakan Varises?

Pemeriksaan diperlukan apabila varises menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas, pembengkakan, perubahan warna kulit, atau keluhan yang semakin memburuk. Dokter dapat melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti USG Doppler apabila diperlukan. Pemeriksaan ini membantu mengevaluasi kondisi pembuluh darah vena dan aliran darah di dalamnya.

Jangan menunda pemeriksaan apabila terdapat keluhan yang mengganggu. Melalui pemeriksaan yang tepat, kondisi pembuluh darah vena dapat dievaluasi untuk membantu menentukan metode penanganan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Referensi

Interventions for varicose veins and leg oedema in pregnancy. National Library of Medicine.

Pregnancy conditions and complications associated with the development of varicose veins. Journal of Vascular Surgery.


Ā 
Ā 
bottom of page